Kamis, 09 Juni 2011

Shaun The Sheep


Siapa yang tidak tahu Shaun The Sheep ? Film garapan Aardman Animations Ltd yang sekarang sudah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia ini menceritakan tingkah laku para domba-domba yang lucu dan pintar bersama dengan anjing penjaga, tuannya, dan hewan lainnya. Dengan segala tingkah laku kekonyolannya mereka akhirnya film ini menjadi sangat popular saat ini.
Berikut daftar nama karakternya :
Shaun adalah pemimpin dari para kawanan domba. Dia sangat pandai, keren, suka membantu dan selalu menjaga dirinya ketika domba lainnya kehilangannya.
Shirley adalah mesin pemakan segalanya. Karena terlalu besar, ia sering macet dan memerlukan domba-domba lain untuk mendorong, menarik atau bahkan sulit keluar dari kesulitan.
Bitzer adalah anjing yang setia dengan tuannya (petani) dan seorang teman yang baik untuk Shaun. Bitzer merupakan anjing gembala yang pernah menderita, berusaha keras untuk menjaga kawan Shaun keluar dari masalah.
The Farmer adalah petani sekaligus pemilik yang menjalankan peternakan dengan Bitzer di sampingnya.
Timmy adalah si bayi domba, tetapi Timmy sering di pusat. Ibunya selalu ada untuk membuatnya tetap aman.
The Flock adalah kawanan domba yang merupakan satu Keluarga besar bahagia, para domba suka bermain dan membuat kerusakan bersama-sama, meskipun biasanya Shaun dan Bitzer yang memilah kekacauan yang dihasilkan.
The Pigs adalah para Babi, merek hama gemuk yang selalu berusaha memusuhi Domba dan membuat mereka dalam kesulitan.
Pidsley adalah musuh bebuyutan Shaun, yang berkeinginan untuk menjadi penerima tunggal perhatian Petani. Dia tidak suka hubungan Bitzer dengan petani dan tidak menyukai domba, berpikir mereka bodoh dan tidak level dengannya.
http://www.shaunthesheep.com/characters/

Rabu, 08 Juni 2011

Rumah Robot di Thamrin City


Berlokasi di lantai dua Thamrin City, Jakarta, Rumah Robot yang mempunyai luas 2.580 meter persegi ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan kreativitas di kalangan generasi muda akan inovasi-inovasi baru dalam bidang robotik. Pengunjung berusia tiga tahun hingga dewasa bisa datang dan bereksplorasi, melihat robot-robot yang ada hingga memulai untuk mengembangkannya.
Rumah Robot mendapat rekor Muri sebagai rumah robot pertama di dunia. Rumah ini terbagi menjadi delapan ruangan. Seperti creativity room di mana pengunjung bisa mengasah kreativitas, workshop room untuk pelatihan, trial room untuk melakukan uji coba, robot shop untuk jual beli, galeri untuk memamerkan karya, laboratory, movie room, dan e-learning center.
Bagi Anda yang ingin mengunjunginya, Rumah Robot dibuka mulai pukul 08.30-13.00 dan sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 17.00. Untuk biaya masuknya, pengunjung bisa membayar Rp 150.000 per kunjungan atau menjadi anggota tahunan dengan membayar Rp 5 juta per tahun yang bisa dicicil dengan pembayaran lewat Bank Permata dan BCA.

Sumber : http://areamagz.com/article/read/2011/01/04/rumah-robot-di-thamrin-city

Selasa, 07 Juni 2011

Pengembangan Apresiasi Dini Pada Anak

Kemampuan apresiasi musik pada seorang anak dapat dibentuk melalui tiga cara. Pertama, secara alamiah seseorang dibiasakan mendengarkan karya musik. Kebiasaan itu dimulai sejak anak masih berupa janin dalam rahim ibunya. Persentuhan emosi sang ibu dengan berbagai irama yang didengarkan akan ikut dirasakan oleh janin. Besar kemungkinan akan terjadi respons motorik janin yang dirasakan oleh sang ibu. Kedua, sejak anak dilahirkan ia dibiasakan dengan berbagai irama musik yang mengiringnya pada saat menjelang tidur atau bermain. Alat pendengar anak menjadi peka menangkap berbagai irama dari instrumen musik yang didengarnya. Lambat-laun, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognisinya, musik akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Ketiga, apresiasi musik dikembangkan melalui pendidikan formal. Untuk itu, pendidikan musik diarahkan kepada pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan sikap kritis serta kreatif terhadap karya musik.

Selasa, 24 Mei 2011

Example of Reported Speech

Reported Speech Example :

● “Where is the Post Office, please?” She asked me where the Post Office was.
● “What are you doing?” She asked me what I was doing.
● “Please help me” She asked me to help her.
● “Please don’t smoke” She asked me not to smoke.
● “Could you bring my book tonight?” She asked me to bring her book that night.
● “Could you pass the milk, please?” She asked me to pass the milk.
● “Would you mind coming early tomorrow?” She asked me to come early the next day.

Reported Speech

Reported Speech or sentence report is a sentence that is used to report on what other people put words in sentences of our own making. Sentences of this report is often also called Indirect sentence.

Sabtu, 09 April 2011

Penerapan & Contoh Noun Clause

A. Noun Clauses diawali dengan Question words
1. Single question words.
Contoh:
1. Where she is now is still unknown.
2. When they arrive is still uncertain.
3. I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt. Perhatikan: dalam kalimat ini, noun clause what you did last summer menjadi object dari I know dan I still know, dan setelah digabung dengan: are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt, menjadi subject majemuk dari kalimat.
Noun clause dapat ditempatkan diawal kalimat (sebagai subject) atau sebagai object. Jika anda ingin merubah posisi noun clause dari subject kalimat menjadi object kalimat, biasanya dibutuhkan pronoun it atau sedikit modifikasi kata. Contoh di atas menjadi:
1. It is still unknown where she is now.
2. Do you know when they arrive?
3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Karena merupakan judul movies, noun clause what you did last summer tidak perlu diputar posisinya.
Note:
a) Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. when, whenever, where) juga dapat berfungsi sebagai adverbial clause.
Contoh:
1. I was reading a book when the phone rang.
2. I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
3. I suddenly get nausea whenever I see his face. (nausea = mual/mau muntah).
Contoh yang lain dapat dibaca di topik: Conjunctions.
b). Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. who, whom, whose + noun) juga dapat berfungsi sebagai adjective clause. Dalam hal ini, kata tanya tersebut sebenarnya adalah relative pronoun. Well, jangan terlalu dipusingkan dengan istilah. Yang penting anda mengerti pola/struktur kalimatnya. Tapi, jika anda penasaran, silakan baca topic adjective clauses.
Contoh:
1. I think you whom Mr. Dodi was looking for. (Saya kira kamu (orang) yang pak Dodi sedang cari-cari tadi).
2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
3. Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.
Lantas, bagaimana cara membedakan apakah itu noun clause, adverbial clause, atau adjective clause? Jawabannya sederhana. Noun clause dapat digantikan dengan pronoun it, sedangkan adverbial clause dan adjective clause tidak. Noun clause menjawab pertanyaan what dan who/whom; Adverbial clause menjawab pertanyaan when, where, how (termasuk how much, how often, ect), dan why. Adjective clause (i.e. kata sifat yang berbentuk clause) menerangkan noun, dan relative pronounnya (i.e. who, that, ect.) dalam bahasa Indonesia berarti “yang“. Adverbial clauses sudah disinggung pada pembahasan tentang conjunctions. Khusus untuk perbedaan noun clause dan adjective clause dapat dibaca di topik: Perbedaan Noun Clause dan Adjective Clause.
2. Question words + ever/soever
Kecuali how, diakhir question words dapat ditambahkan ever atau soever menjadi whenever = whensoever, whatever= whatsoever, dan seterusnya. Arti ever atau soever di sini sama, yaitu saja/pun, tinggal dikombinasikan dengan kata tanya di depannya. Sedangkan, how+ever menjadi however (i.e. adverb atau juga disebut kata transisi yang berarti namun/walapun demikian) tidak termasuk dalam katagori ini.
Contoh:
1. We will accept whatever you want us to do. (Kami akan menerima/melakukan apa saja yang kamu ingin kami lakukan).
2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (melt = meluluhkan). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo.
3. She has agreed to wherever the man would bring her. (Dia telah setuju kemanapun pria itu membawanya pergi). Note: in speaking (informal), preposition (dalam hal ini to, etc.) biasanya diletakkan di ujung kalimat. She has agreed wherever the man would bring her to.
3. Question words + nouns
Question words + nouns yang sering digunakan antara lain: what time (jam berapa), what day (hari apa), what time (jam berapa), what kind (jenis apa), what type (tipe apa), whose + nouns (i.e. whose car, whose book, ect.), dan seterusnya.
Contoh:
1. I can’t remember what day we will take the exam.
2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from. (faithful = setia).
3. Do you know what time it is?
4. I don’t know whose car is parked in front of my house.
4. Question words + adjectives
Question words + adjectives yang sering digunakan antara lain: how long (berapa panjang/lama), how far (berapa jauh), how old (berapa tua/umur), ect.
Contoh:
1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.
5. Question words + determiners.
Question words + determiners yang sering digunakan adalah: how many (berapa banyak) dan how much (berapa banyak). Remember: how many diikuti oleh plural nouns, sedangkan how much diikuti oleh uncountable nouns.
Contoh:
1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.
6. Question words + adverbs.
Question words + adverbs yang sering digunakan adalah: how often (berapa sering), how many times (berapa kali) ect.
Contoh:
1. No matter how often I practice, my English still sucks. (Tidak memandang berapa kali saya latihan, bahasa Inggris saya masih jelek). Suck (informal verb) = jelek/tidak baik; arti suck yang lain: mengisap.
2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early. (leave school early = bolos).
7. Question words + infinitives.
Jika question words langsung diikuti oleh infinitives, invinitives tersebut mengandung makna should atau can/could. Perhatikan bahwa subject setelah question words dihilangkan.
Contoh:
1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do. (Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan).
2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.
B. Noun clauses diawali dengan whether/if
Whether bisa diikuti oleh OR/NOT bisa juga tidak; makna kalimat biasanya sama walaupun OR/NOT tidak disebutkan (ini tergantung konteks kalimat). Untuk penggunaan if, selain telah dibahas di topic conjunctions, juga telah dibahas di topic conditionals. Note: whether pelafalannya sama dengan weather (cuaca), tulisannya juga mirip. Be careful, jangan sampai tertukar.
Contoh:
1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming. (Saya tidak yakin apakah dia akan datang atau tidak).
2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home. Perhatikan, infinitives juga dapat digunakan setelah whether.
3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school. (Saya tidak yakin apakah saya harus ngambil Ekonomi atau Hukum setelah lulus SMA nanti).
4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.
C. Noun clauses diawali dengan that/the fact that
Di sini that berarti bahwa, sedangkan the fact that berarti fakta bahwa. Sedangkan, that dalam adjective clauses berarti yang.
Contoh:
1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
4. It seems that it is going to rain soon.

Sumber : http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/noun-clauses/

Noun Clauses

Noun clause adalah clause (i.e. subject dan verb) yang difungsikan sebagai noun. Noun clause dalam kalimat pada umumnya digunakan sebagai subject dan object kalimat.
Noun clause dapat diawali oleh:
• Question word atau relative pronoun baik berupa single question word maupun phrase:
o Single question word (i.e. when, how, what, ect.).
o Question word + determiner/ noun/ adjective / adverb.
o Question word + infinitive.
• Conjunction (i.e. whether dan if).
• That atau the fact that.
Sehingga pola dari noun clause adalah:
Question word/conjunction/that + subject + verb + …

Sumber: http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/noun-clauses/