Minggu, 30 Oktober 2011

Organisasi, Manajemen, dan SHU Koperasi

Organisasi dan Manajemen

A. Bentuk Organisasi

Menurut Hanel
Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan
Sub sistem koperasi:
1. individu (pemilik dan konsumen akhir)
2. Pengusaha Perorangan/kelompok ( pemasok / supplier)
3. Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat.

Menurut Ropke
• Identifikasi Ciri Khusus;
- Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)
- Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi)
- Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)
- Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa)
• Sub Sistem:
1. Anggota Koperasi
2. Badan Usaha Koperasi
3. Organisasi Koperasi

Di Indonesia
• Bentuk : Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas
• Raspat Anggota
• Wadah anggota untuk mengambil keputusan
• Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
- Penetapan Anggaran Dasar
- Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)
- Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus
- Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan serta pengesahan Laporan Keuangan
- Pengesahan pertanggung jawaban
- Pembagian SHU
- Penggabungan, pendirian dan peleburan

B. Hirarki Tanggung Jawab
• Pengurus
Tugas :
- Mengelola koperasi dan usahanya.
- Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi.
- Menyelenggaran Rapat Anggota
- Mengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban
- Maintenance daftar anggota dan pengurus

Wewenang :
- Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan
- Meningkatkan peran koperasi

• Pengawas
Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usaha koperasi.
UU 25 Th. 1992 pasal 39 :
- Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
- Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang
diperlukan.

• Pengelola
- Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa & wewenang oleh pengurus.
- Untuk mengembangkan usaha dengan efisien & profesional
- Hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja
- Diangkat & diberhentikan oleh pengurus

C. Pola Manajemen
• Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif
• Terdapat pola job description pada setiap unsur dalam koperasi
• Setiap unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda (decision area)
• Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama (shared decision areas)

Sisa Hasil Usaha (SHU)

A. Pengertian SHU Informasi dasar
Pengertian SHU
Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :
o Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
o SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untukkeperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
o Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
o Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
o Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
o Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.
Informasi dasar
Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut :
1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
2. Bagian (persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumberdari anggota
5. Jumlah simpanan per anggota
6. Omzet atau volume usaha per anggota
7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggot

B. Rumus Pembagian SHU
• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usahaanggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
• Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

C. Prinsip-prinsip Pembagian SHU
• SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
• SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
• Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
• SHU anggota dibayar secara tunai

D. Pembagian SHU per-anggota
SHUA = JUA + JMA
Dimana :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota

SHU per anggota dengan model matematika
SHU Pa = Va x JUA + S a x JMA
________________________
VUK TMS

Dimana :
SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)
Sa : Jumlah simpanan anggota
TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total)

Sumber :
http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/2009/11/pengertian-dan-pembagian-shu.html

Sabtu, 01 Oktober 2011

KOPERASI INDONESIA



A. SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA

Koperasi pertama kali dicetuskan oleh Rochdale dari inggris, pada tanggal 21 Desember 1944. Sedangkan di Indonesia, koperasi dirintis oleh R. Ariswiriatmadja, seorang patih dari Purwokerto, pada tahun 1891, dalam bentuk usaha simpan pinjam. Tujuan utamanya pada waktu itu adalah untuk membebaskan pegawai pemerintah dari cengkeraman lintah darat.

Dalam Undang-Undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 1, koperasi dinyatakan sebagai bentuk usaha yang paling sesuai untuk Indonesia. Kongres Koperasi I diadakan pada tanggal 12 Juli 1947 di Tasikmalaya. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Koperasi Indonesia. Pada kongres II di Bandung pada tahun 1950, Bung Hatta dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia dan pada tanggal 9 Februari 1970 dibentuklah Dewan Koperasi Indonesia yang disingkat Dekopin.

1. Pengertian Koperasi
Secara etimologis, koperasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Cooperation. Co berarti bersama-sama, sedangkan operation berarti usaha untuk mencapai tujuan. Jadi koperasi dapat diartikan sebagai usaha bersama untuk mencapai tujuan. Usaha yang dimaksud adalah usaha bersama di bidang ekonomi, sedangkan yang dimaksud mencapai suatu tujuan adalah untuk mencapai atau meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Pengertian ini senada dengan penjelasan UU. No 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian, yang menyatakan koperasi adalah kumpulan dari orang-orang yang secara bersama-sama bergotong royong berdasarkan persamaan, bekerja untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dan kepentingan masyarakat.

Di dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dinyatakan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi ysng berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Berdasarkan penjelassan di atas, koperasi di Indonesia pada dasarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Koperasi adalah kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Artinya, koperasi mengabdi dan menyejahterakan anggotanya.
2) Semua kegiatan di dalam koperasi dilaksanakan dengan bekerja sama dan bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban anggotanya yang berarti koperasi merupakan wadah ekonomi dan sosial.
3) Segala kegiatan di dalam koperasi didasarkan pada kesadaran para anggota, bukan atas dasar ancaman, intimidasi, atau campur tangan pihak-pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan koperasi.
4) Tujuan ideal koperasi adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya.

2. Asas koperasi
Asas koperasi di Indonesia adalah asas kekeluargaan dan gotong royong. Asas kekeluargaan dalam koperasi mengandung makna adanya kesadaran dari hati nurani setiap anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi oleh semua dan untuk semua. Adapun kegotong royongan dalam koperasi mengandung arti bahwa dalam berkoperasi berkoperasi harus memiliki keinsyafan dan kesadaran , semangat bekerjasama, serta tanggung jawab bersama.

3. Landasan Koperasi
a) Landasan Idiil
Landasan idiil koperasi adalah pancasila. Artinya, setiap aktivitas koperasi senantiasa mendasarkan cita-citanya pada pengamalan dan pelaksanaan Pancasila.
b) Landasan Struktural
Landasan struktural koperasi adalah Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1.
c) Landasan Gerak
Landasan gerak koperasi adalah undang-undang dan peraturan-peraturan yang mengatur perkoperasian. Dewasa ini kita telah mempunyai undang-undang tentang perkoperasian, yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.
d) Landasan Mental
Landasan mental koperasi adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi.

4. Ciri-ciri Koperasi
a) Sifat sukarela pada keanggotannya
b) Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam kopeerasi
c) Koperasi bersifat nonkapitalis
d) Kegiatannya berdasarkan pada prinsip swadaya (usaha sendiri), swakerta (buatan sendiri), swasembada (kemampuan sendiri).

B. Ketentuan-ketentuan Pokok Koperasi Indonesia

Anggaran dasar penting dimiliki oleh suatu organisasi karena didalamnya ditetapkan tujuan, hak dan kewajiban ssetiap unsur yang terlibat dalam koperasi. Anggaran dasar koperasi memuat hal-hal berikut:
1. Nama, pekarjaan serta tempat tinggal para pendiri koperasi,
2. Nama lengkap dan nama singkt koperasi,
3. Tempat kedudukan koperasi,
4. Maksud dan tujuan,
5. Ketegasan usaha,
6. Syarat-syarat keanggotaan,
7. Ketetapan tentang permodalan,
8. Peraturan tentang pimpinan koperasi dan kekuasaan anggota,
9. Ketentuan tentang kuorum rapat,
10. Penetapan tahun buku,
11. Ketentuan mengenai sisa hasil usaha (SHU), dan
12. Ketentuan mengenai sisa kekayaan jika koperasi dibubarkan.

Beberapa hal penting dari isi anggaran dasar adalah sebagai berikut :

1. Keanggotaan
Untuk menjadi anggota koperasi, harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya, ssetiap anggota memiliki hak-hak yang sama dan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan koperasi. Apabila seorang anggota koperasi meninggal atau mengundurkan diri maka keanggotaannya tidak dapat dialihkan kepada orang lain.

a) Syarat-Syarat untuk Menjadi Anggota Koperasi
• Mampu melakukan tindakan hokum
• Dapat menerima landasan idiil, asas, dan sendi dasar koperasi,
• Sanggup dan bersedia memenuhi segala kewajiban dan hak anggota sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Koperasi, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dll.

b) Hak-Hak Anggota Koperasi
• Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara saat rapat,
• Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus atau badan pengawas,
• Meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar,
• Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat anggota
• Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota
• Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar.

c) Kewajiban Anggota Koperasi
• Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan lainnya yang telah disepakati dalam rapat anggota,
• Berpatisisapi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh koperasi,
• Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan.

d) Masa Keanggotaan
Keanggotaan koperasi tidak dapat dialihkan kepada orang lain dan keanggotaan koperasi dinyatakan berakhir jika meninggal dunia, mengajukan permintaan berhenti sebagai anggota, dan diberhentikan karena tidak menaati ketentuan yang berlaku.

http://irsan90.wordpress.com/2009/11/15/sejarah-koperasi/

Selasa, 21 Juni 2011

Manfaat Lari Siang Hari



Seringkali kita terheran-heran mengapa sih tentara itu ko' bugar-bugar dan kuat-kuat fisiknya? suatu pertanyaan yg acapkali melintas dibenak kepala kita, eh ternyata ..
saya dapat salah satu jawabanya, yaitu : " Lari Siang "a
Lari siang dalam kemiliteran ialah salah satu bentuk pembinaan fisik (Binsik) dengan berlari disiang hari.
Lalu mengapa disiang hari? pasti kita bertanya-tanya juga..
Jawabanya : Pada siang hari lapisan udara dipermukaan tanah ataupun jalan aspal menjadi lebih renggang dibandingkan dengan lapisan udara diatasnya akibat sinar matahari. Ini berarti kadar oksigen juga menipis.dengan berlatih siang hari maka paru-paru akan dipaksa bekerja lebih keras menghisap udara berkadar oksigen rendah. pemaksaan ini menyebabkan kemampuan paru-paru dalam menghisap udara semakin besar. peningkatan kemampuan paru-paru berpengaruh terhadap daya tahan organ tubuh manusia. jadi kesimpulanya daya tahan tubuh makin kuat akibat peningkatan kemampuan kinerja paru-paru tadi.
Selain itu juga lari siang ini berguna untuk pengurusan badan,
karena dengan menjalani lari siang ini maka akan lebih cepat membakar lemak dan kolesterol di badan sehingga tubuh lebih bugar.
Sedangkan manfaat lainya dari lari siang ialah sangat baik pula untuk orang2 yg menderita penyakit " Obesitas " (kegemukan) atau kelebihan berat badan. tau khan penyakit2 yg mudah hinggap bila menderita Obesitas ( Lever, Jantung, Ginjal dsb ) jadi kita bisa mencegahnya..!

Jadwal piket organ tubuh manusia



Sebagian orang mungkin kurang paham jam - jam berapa saja organ tubuh mereka menjadi lebih penting dari biasanya ..
Berikut ini saya akan menjelaskan (memperlihatkan sie maksudnya ..^_^) pada pukul berapakah organ tubuh anda sekalian menjadi sangan penting ..
CeKiDoT ^.^

LAMBUNG

Jam 07.00 – 09.00: Pada jam segini usahakan kalian semua bangun (Jangan tidur mulu makanya ..), Truss langsung sarapan deh untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Lalu minum jus, jamu, atau ramuan lain nya, sebaiknya sebelum sarapan pagi, karena disaat perut masih kosong, zat yang berguna dari minuman tadi (kyk jus atau jamu) bias lebih cepat terserap tubuh

LIMPA

Jam 09.00 – 11.00 : Pada jam segini organ limpa sangat penting, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani ^_^

JANTUNG

Jam 11.00 – 13.00 : Wah apalagi jam segini , Biasanya sih gerah, emosian, dan suntuk. organ jantung mulai sangat penting, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah (Huih ..)

HATI

Jam 13.00 – 15.00 : Pada jam segini organ hati mulai lemah (Biasanya sih pada ngantuk truss tidur siang deh), bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Bila terjadi seperti itu maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit (WoW ..)

PARU-PARU

Jam 15.00 – 17.00 : Sore hari ini organ paru-paru melemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru

GINJAL

Jam 17.00 – 19.00 : Menjelang malam organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan (Hayo lo Belajar ..[-,-])

LAMBUNG

Jam 19.00 – 21.00 : Pada jam segini organ lambung lemah, sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna (Seperti Batu^_^) atau lama dicerna atau kalau bias GA USAH MAKAN LAGI…

LIMPA

Jam 21.00 – 23.00 : Pada jam segini organ limpa mulai melemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa (HoHo…), untuk meningkatkan imunitas

JANTUNG

Jam 23.00 – 01.00 : Pata tengah malam organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur dan jangan begadang, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung

HATI

Jam 01.00 – 03.00 : Pada jam ini organ hati menjadi penting. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU

Jam 03.00 – 05.00 : Menjelang fajar organ paru-paru Sangat penting, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat (Sering - sering tarik nafas dalam - dalam..^_^)

USUS BESAR

Jam 05.00 – 07.00 : Pada jam ini organ usus besar kuat, Kebanyakan orang akan ke kamar mandi pada jam ini ( Waduh ..), Untuk buang Air besar ^_^. Sebaiknya Memang begitu…

Cara Praktis Mencari Music, Video, dan Ebook di Mbah Google …

Banyak orang yang masih bersusah payah untuk mencari music kesukaan nya di google, tetapi dengan cara ini kalian tidak perlu terjebak dengan situs - situs atau website orang lain yang tidak menghasilkan apa - apa jika di klik …

Dengan google, harus nya kita bias lebih selektif untuk memilih keyword.
Berikut ini tips untuk mempermudah anda mencari file music, video, atau ebook pada mbah google, sehingga anda langsung mendapatkan hasilnya tanpa jerjebak link - link palsu yang ditebar oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab …

• Mencari Musik :
-inurl:(htm|html|php) intitle:”index of” +”last modified” +”parent directory” +description +size +(wma|mp3) “Wali”

• Mencari Video :
-inurl:(htm|html|php) intitle:”index of” +”last modified” +”parent directory” +description +size +(mpg|wmv|flv|mp4) “Ungu”

• Mencari Ebook :
-inurl:(htm|html|php) intitle:”index of” +”last modified” +”parent directory” +description +size +(pdf|doc) “Elektro”
Selamat mencoba

Senin, 20 Juni 2011

Sepeda Unik




Tanaman bambu ialah tanaman yang tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) atau disebut juga Hiant grass (rumput raksasa). Tanaman bambu tumbuh berumpun yang terdiri dari sejumlah batang yang tumbuh bertahap dari mulai rebung, batang muda, dan tanaman dewasa. Sebagai jenis tanaman rumput-rumputan, bambu tumbuh menggunakan rimpang batang yang mengandung ruas dan mata cabang sehingga dapat menghasilkan batang baru atau rebung untuk tingkat pertumbuhan selanjutnya. Setiap rumpun menghasilkan 8-14 batang setiap tahun, sekitar 2-3 bulan rebung mencapai pertumbuhan dewasa, dan 3 bulan kemudian batang mencapai tinggi maksimum.
Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia bambu memegang peranan yang sangat penting. Bahan bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan antara lain : batangnya kuat, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, dan mudah dikerjakan serta mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibanding bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi tanaman serba guna bagi masyarakat pedesaan.
Tanaman bambu di Indonesia ditemukan mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Pada umumnya ditemukan di tempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air. Tanaman bambu hidup merumpun, mempunyai ruas dan buku. Pada setiap ruas tumbuh cabang-cabang yang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan buluhnya sendiri. Pada ruas-ruas ini tumbuh akar-akar sehingga pada bambu dimungkinkan untuk memperbanyak tanaman dari potongan-potongan ruasnya, disamping tunas-tunas rumpunnya.
Keunggulan-keunggulan tanaman bambu dibandingkan tanaman industri lainnya ialah (1) Bambu mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Untuk melakukan budidaya bambu, tidak diperlukan investasi yang besar, setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara menerus tanpa menanam lagi. Budidaya bambu dapat dilakukan sembarang orang, dengan peralatan sederhana dan tidak memerlukan bekal pengetahuan yang tinggi. (2) Pada masa pertumbuhan, bambu tertentu dapat tumbuh vertikal 5 cm per jam, atau 120 cm per hari. Bambu dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Berbeda dengan pohon kayu hutan yang baru siap ditebang dengan kualitas baik setelah berumur 40-50 tahun, maka bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3-5 tahun. (3) Tanaman bambu mempunyai ketahanan yang luar biasa. Rumpun bambu yang telah dibakar, masih dapat tumbuh lagi, bahkan pada saat Hiroshima dijatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah satu-satunya jenis tanaman yang masih dapat bertahan hidup. (4) Bambu mempunyai kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat dipersaingkan dengan baja. sekalipun demikian kekuatan bambu yang tinggi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena biasanya batang-batang struktur bambu dirangkaikan dengan pasak atau tali yang kekuatannya rendah (5) Bambu berbentuk pipa sehingga momen kelembabannya tinggi, oleh karena itu bambu cukup baik untuk memikul momen lentur. Ditambah dengan sifat bambu yang elastis, struktur bambu mempunyai ketahan yang tinggi baik terhadap angin maupun gempa.
Di Indonesia dewasa ini, bambu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan furnitur. Begitu pula di Yogyakarta yang merupakan kota budaya, sentra industri bambu banyak kita jumpai dengan ragam erajinan bambu interior maupun kerajinan bambu hiasnya.. Sayangnya, pasca erupsi merapi 2010 industri bambu ini sempat lesu, untuk itu perlu ada inovasi untuk kembali menarik minat konsumen terhadap kerajinan bambu. Berdasarkan keunggulan yang dimiliki oleh bambu itu pula, penulis berinisiatif untuk mengkombinasikan antara kerajinan dan budaya masyarakat DI Yogyakarta yang khas dalam bentuk Sepeda Bambu Yogya (SBY).
Sepeda bambu pertama kali dirakit di Ghana, Afrika tahun 1986 atas kerjasama seorang pengusaha bernama Craig Calfee dengan Columbia University. Penduduk asli di sana menggunakan sepeda untuk alat transportasi dan untuk mendapatkan sepeda penduduk di Ghana harus impor dari Eropa dan harganya sangat mahal. Melihat hal itu, Calfee bersama tim merancang riset untuk membuat sepeda mandiri menggunakan bambu. Di sana, sepeda bambu diharapkan dapat mendukung aktifitas perekonomian masyarakat yang pada saat itu.
Di Indonesia industri sepeda bambu belum pernah ada. Akan tetapi melihat potensi bambu yang melimpah di Indonesia, peluang untuk membangun industri ini terbuka lebar. Sepeda bambu adalah sepeda yang ramah lingkungan. Selain materialnya relatif murah, mudah didapat, dan mudah didaur ulang, proses pembuatannya pun tidak menimbulkan carbon trace yang tinggi seperti pembuatan sepeda biasa. Seiring dengan pembatasan carbon untuk mencegah pemanasan global, sepeda bambu dapat menjadi solusi untuk menggalakkan budaya ramah lingkungan.

http://imamwibi.blogspot.com/2011/03/potensi-bambu-sebagai-sepeda.html

Kamis, 09 Juni 2011

Cepat, Tepat, dan Akurat Ala Semut.

Keputusan yang cepat dan tepat,merupakan awal bagi hasil yang hebat. Tapi, benarkah manusia masih kalah dibanding semut? Dalam urusan mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan akurat. Mengapa pula manusia perlu ber guru pada semut?

Ada gula ada semut. Inilah pepatah yang sering kita dengar. Selebihnya, mungkin tidak banyak yang tahu, selama ini semut juga diketahui sebagai mahluk sosial dan pintar. Jadi, tidak heran kalo semut menjadi pengambil keputusan yg andal.

Koloni semut terbukti dapat menganbil keputusan dengan cepat saat berburu mangsa, tidak hanya menentukan jalur lalulintas dari sumber makanan ke sarang. Ini terbukti saat iring-iringan semut berhasil beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya saat iring-iringan semut dihambat.

Untuk menguji kemampuan semut menghadapi masalah, Audrey Dussutour dan timnya dari Univesitas Sydney, Australia pernah melakukan penelitian secara mendalam dan panjang. Salah satunya, mengujicoba meletakan lembaran plastik yang sangat dekat dengan permukaan jalur rombongan semut pemotong daun yang sedang mengangkut mangsa.

Meski ruang di bawah lembaran plastik masih dapat dilalui semut, potongan daun tetap mustahil bagi mereka untuk melaluinya. Dan agar semut tidak mencari jalan memutar jalur sekitarnya pun ditutup. Hasilnya sungguh mengejutkan. Kemacetan tidak terjadi, karena semut-semut segera belajar untuk memotong-motong daun menjadi lebih kecil. Setelah 24 jam, semut tidak hanya memotong, melainkan menggulungnya sehingga lebih mudah dibawa di bawah lapisan plastik yang terlalu sempit.

Hal itu menunjukan bahwa semut benar-benar pengambil keputusan yg hebat. Cepat, tepat, dan akurat. Mereka tidak hanya beradaptasi, namun mengembangkan strategi yang lebih baik. Para peneliti menyatakan, strategi tersebut mungkin dikembangkan dari proses yang disebut Social Fasilitation (kemudahan sosial), hal yang selama ini menjadi sesuatu yang "sulit" bagi manusia.

Ilmu Komunikasi dalam ujicoba tersebut, saat plastik menghalangi, beberapa ekor semut yang sebelumnya membawa daun ukuran besar akan memotong-motongnya agar sesuai dengan ukuran lorong dan tetap berada di dalam lorong. Sementara semut yg belum membawa daun akan bertemu dengannya dan mendapat informasi tersebut. Inilah ilmu komunikasi tingkat tinggi. Benar-benar mengagumkan.

Namun sayangnya, untuk mengetahui bagaimana strategi mulai terbentuk, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Para peneliti sepertinya harus melakukan pengamatan lebih lanjut kepada masing-masing individu, misalnya menandainya menggunaka pewarna, untuk melihat proses pengambilan keputusan itu. Sehingga kita, manusia, bisa benar-benar belajar kebijakan dan strategi dari semut..(Disyacitta N Pratidnia)..

Shaun The Sheep


Siapa yang tidak tahu Shaun The Sheep ? Film garapan Aardman Animations Ltd yang sekarang sudah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia ini menceritakan tingkah laku para domba-domba yang lucu dan pintar bersama dengan anjing penjaga, tuannya, dan hewan lainnya. Dengan segala tingkah laku kekonyolannya mereka akhirnya film ini menjadi sangat popular saat ini.
Berikut daftar nama karakternya :
Shaun adalah pemimpin dari para kawanan domba. Dia sangat pandai, keren, suka membantu dan selalu menjaga dirinya ketika domba lainnya kehilangannya.
Shirley adalah mesin pemakan segalanya. Karena terlalu besar, ia sering macet dan memerlukan domba-domba lain untuk mendorong, menarik atau bahkan sulit keluar dari kesulitan.
Bitzer adalah anjing yang setia dengan tuannya (petani) dan seorang teman yang baik untuk Shaun. Bitzer merupakan anjing gembala yang pernah menderita, berusaha keras untuk menjaga kawan Shaun keluar dari masalah.
The Farmer adalah petani sekaligus pemilik yang menjalankan peternakan dengan Bitzer di sampingnya.
Timmy adalah si bayi domba, tetapi Timmy sering di pusat. Ibunya selalu ada untuk membuatnya tetap aman.
The Flock adalah kawanan domba yang merupakan satu Keluarga besar bahagia, para domba suka bermain dan membuat kerusakan bersama-sama, meskipun biasanya Shaun dan Bitzer yang memilah kekacauan yang dihasilkan.
The Pigs adalah para Babi, merek hama gemuk yang selalu berusaha memusuhi Domba dan membuat mereka dalam kesulitan.
Pidsley adalah musuh bebuyutan Shaun, yang berkeinginan untuk menjadi penerima tunggal perhatian Petani. Dia tidak suka hubungan Bitzer dengan petani dan tidak menyukai domba, berpikir mereka bodoh dan tidak level dengannya.
http://www.shaunthesheep.com/characters/

Rabu, 08 Juni 2011

Rumah Robot di Thamrin City


Berlokasi di lantai dua Thamrin City, Jakarta, Rumah Robot yang mempunyai luas 2.580 meter persegi ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan kreativitas di kalangan generasi muda akan inovasi-inovasi baru dalam bidang robotik. Pengunjung berusia tiga tahun hingga dewasa bisa datang dan bereksplorasi, melihat robot-robot yang ada hingga memulai untuk mengembangkannya.
Rumah Robot mendapat rekor Muri sebagai rumah robot pertama di dunia. Rumah ini terbagi menjadi delapan ruangan. Seperti creativity room di mana pengunjung bisa mengasah kreativitas, workshop room untuk pelatihan, trial room untuk melakukan uji coba, robot shop untuk jual beli, galeri untuk memamerkan karya, laboratory, movie room, dan e-learning center.
Bagi Anda yang ingin mengunjunginya, Rumah Robot dibuka mulai pukul 08.30-13.00 dan sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 17.00. Untuk biaya masuknya, pengunjung bisa membayar Rp 150.000 per kunjungan atau menjadi anggota tahunan dengan membayar Rp 5 juta per tahun yang bisa dicicil dengan pembayaran lewat Bank Permata dan BCA.

Sumber : http://areamagz.com/article/read/2011/01/04/rumah-robot-di-thamrin-city

Selasa, 07 Juni 2011

Pengembangan Apresiasi Dini Pada Anak

Kemampuan apresiasi musik pada seorang anak dapat dibentuk melalui tiga cara. Pertama, secara alamiah seseorang dibiasakan mendengarkan karya musik. Kebiasaan itu dimulai sejak anak masih berupa janin dalam rahim ibunya. Persentuhan emosi sang ibu dengan berbagai irama yang didengarkan akan ikut dirasakan oleh janin. Besar kemungkinan akan terjadi respons motorik janin yang dirasakan oleh sang ibu. Kedua, sejak anak dilahirkan ia dibiasakan dengan berbagai irama musik yang mengiringnya pada saat menjelang tidur atau bermain. Alat pendengar anak menjadi peka menangkap berbagai irama dari instrumen musik yang didengarnya. Lambat-laun, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognisinya, musik akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Ketiga, apresiasi musik dikembangkan melalui pendidikan formal. Untuk itu, pendidikan musik diarahkan kepada pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan sikap kritis serta kreatif terhadap karya musik.

Selasa, 24 Mei 2011

Example of Reported Speech

Reported Speech Example :

● “Where is the Post Office, please?” She asked me where the Post Office was.
● “What are you doing?” She asked me what I was doing.
● “Please help me” She asked me to help her.
● “Please don’t smoke” She asked me not to smoke.
● “Could you bring my book tonight?” She asked me to bring her book that night.
● “Could you pass the milk, please?” She asked me to pass the milk.
● “Would you mind coming early tomorrow?” She asked me to come early the next day.

Reported Speech

Reported Speech or sentence report is a sentence that is used to report on what other people put words in sentences of our own making. Sentences of this report is often also called Indirect sentence.

Sabtu, 09 April 2011

Penerapan & Contoh Noun Clause

A. Noun Clauses diawali dengan Question words
1. Single question words.
Contoh:
1. Where she is now is still unknown.
2. When they arrive is still uncertain.
3. I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt. Perhatikan: dalam kalimat ini, noun clause what you did last summer menjadi object dari I know dan I still know, dan setelah digabung dengan: are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt, menjadi subject majemuk dari kalimat.
Noun clause dapat ditempatkan diawal kalimat (sebagai subject) atau sebagai object. Jika anda ingin merubah posisi noun clause dari subject kalimat menjadi object kalimat, biasanya dibutuhkan pronoun it atau sedikit modifikasi kata. Contoh di atas menjadi:
1. It is still unknown where she is now.
2. Do you know when they arrive?
3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Karena merupakan judul movies, noun clause what you did last summer tidak perlu diputar posisinya.
Note:
a) Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. when, whenever, where) juga dapat berfungsi sebagai adverbial clause.
Contoh:
1. I was reading a book when the phone rang.
2. I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
3. I suddenly get nausea whenever I see his face. (nausea = mual/mau muntah).
Contoh yang lain dapat dibaca di topik: Conjunctions.
b). Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. who, whom, whose + noun) juga dapat berfungsi sebagai adjective clause. Dalam hal ini, kata tanya tersebut sebenarnya adalah relative pronoun. Well, jangan terlalu dipusingkan dengan istilah. Yang penting anda mengerti pola/struktur kalimatnya. Tapi, jika anda penasaran, silakan baca topic adjective clauses.
Contoh:
1. I think you whom Mr. Dodi was looking for. (Saya kira kamu (orang) yang pak Dodi sedang cari-cari tadi).
2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
3. Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.
Lantas, bagaimana cara membedakan apakah itu noun clause, adverbial clause, atau adjective clause? Jawabannya sederhana. Noun clause dapat digantikan dengan pronoun it, sedangkan adverbial clause dan adjective clause tidak. Noun clause menjawab pertanyaan what dan who/whom; Adverbial clause menjawab pertanyaan when, where, how (termasuk how much, how often, ect), dan why. Adjective clause (i.e. kata sifat yang berbentuk clause) menerangkan noun, dan relative pronounnya (i.e. who, that, ect.) dalam bahasa Indonesia berarti “yang“. Adverbial clauses sudah disinggung pada pembahasan tentang conjunctions. Khusus untuk perbedaan noun clause dan adjective clause dapat dibaca di topik: Perbedaan Noun Clause dan Adjective Clause.
2. Question words + ever/soever
Kecuali how, diakhir question words dapat ditambahkan ever atau soever menjadi whenever = whensoever, whatever= whatsoever, dan seterusnya. Arti ever atau soever di sini sama, yaitu saja/pun, tinggal dikombinasikan dengan kata tanya di depannya. Sedangkan, how+ever menjadi however (i.e. adverb atau juga disebut kata transisi yang berarti namun/walapun demikian) tidak termasuk dalam katagori ini.
Contoh:
1. We will accept whatever you want us to do. (Kami akan menerima/melakukan apa saja yang kamu ingin kami lakukan).
2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (melt = meluluhkan). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo.
3. She has agreed to wherever the man would bring her. (Dia telah setuju kemanapun pria itu membawanya pergi). Note: in speaking (informal), preposition (dalam hal ini to, etc.) biasanya diletakkan di ujung kalimat. She has agreed wherever the man would bring her to.
3. Question words + nouns
Question words + nouns yang sering digunakan antara lain: what time (jam berapa), what day (hari apa), what time (jam berapa), what kind (jenis apa), what type (tipe apa), whose + nouns (i.e. whose car, whose book, ect.), dan seterusnya.
Contoh:
1. I can’t remember what day we will take the exam.
2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from. (faithful = setia).
3. Do you know what time it is?
4. I don’t know whose car is parked in front of my house.
4. Question words + adjectives
Question words + adjectives yang sering digunakan antara lain: how long (berapa panjang/lama), how far (berapa jauh), how old (berapa tua/umur), ect.
Contoh:
1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.
5. Question words + determiners.
Question words + determiners yang sering digunakan adalah: how many (berapa banyak) dan how much (berapa banyak). Remember: how many diikuti oleh plural nouns, sedangkan how much diikuti oleh uncountable nouns.
Contoh:
1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.
6. Question words + adverbs.
Question words + adverbs yang sering digunakan adalah: how often (berapa sering), how many times (berapa kali) ect.
Contoh:
1. No matter how often I practice, my English still sucks. (Tidak memandang berapa kali saya latihan, bahasa Inggris saya masih jelek). Suck (informal verb) = jelek/tidak baik; arti suck yang lain: mengisap.
2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early. (leave school early = bolos).
7. Question words + infinitives.
Jika question words langsung diikuti oleh infinitives, invinitives tersebut mengandung makna should atau can/could. Perhatikan bahwa subject setelah question words dihilangkan.
Contoh:
1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do. (Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan).
2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.
B. Noun clauses diawali dengan whether/if
Whether bisa diikuti oleh OR/NOT bisa juga tidak; makna kalimat biasanya sama walaupun OR/NOT tidak disebutkan (ini tergantung konteks kalimat). Untuk penggunaan if, selain telah dibahas di topic conjunctions, juga telah dibahas di topic conditionals. Note: whether pelafalannya sama dengan weather (cuaca), tulisannya juga mirip. Be careful, jangan sampai tertukar.
Contoh:
1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming. (Saya tidak yakin apakah dia akan datang atau tidak).
2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home. Perhatikan, infinitives juga dapat digunakan setelah whether.
3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school. (Saya tidak yakin apakah saya harus ngambil Ekonomi atau Hukum setelah lulus SMA nanti).
4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.
C. Noun clauses diawali dengan that/the fact that
Di sini that berarti bahwa, sedangkan the fact that berarti fakta bahwa. Sedangkan, that dalam adjective clauses berarti yang.
Contoh:
1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
4. It seems that it is going to rain soon.

Sumber : http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/noun-clauses/

Noun Clauses

Noun clause adalah clause (i.e. subject dan verb) yang difungsikan sebagai noun. Noun clause dalam kalimat pada umumnya digunakan sebagai subject dan object kalimat.
Noun clause dapat diawali oleh:
• Question word atau relative pronoun baik berupa single question word maupun phrase:
o Single question word (i.e. when, how, what, ect.).
o Question word + determiner/ noun/ adjective / adverb.
o Question word + infinitive.
• Conjunction (i.e. whether dan if).
• That atau the fact that.
Sehingga pola dari noun clause adalah:
Question word/conjunction/that + subject + verb + …

Sumber: http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/noun-clauses/